Darah itu merah jenderal, selamat Jalan Jenderal..

Hanya dalam hitungan hari setelah meninggalnya mantan Presiden Soeharto, semua pandangan, kritik, dan segala hal yang menyangkut “dosa-dosa” Soeharto seakan telah lenyap.

Masyarakat seakan telah di “brain wash” atau cuci otak, dengan alasan yang terdengar naif. Karena selama 32 tahun Presiden Soeharto telah berjasa di Indonesia.

Sebagian dari kita mungkin telah lupa mengenai apa saja yang tragedi-tragedi yang terjadi dan dialami selama kurun waktu ia berkuasa.

Persoalannya bukan sekedar humanisme atau prikemanusiaan, akan tetapi penegakan supremasi hukum.

Dengan sikap bangsa dan masyarakat indonesia yang lebih mudah memaafkan daripada menempuh jalur hukum, hukum seakan tidak berguna !

Dimaafkan bukan berarti segala tanggung jawab atas perbuatannya dihapus, dan bebas dari hukuman.

Media massa seakan menambah kesan “cuci otak” masyarakat semakin kentara. Proporsi penayangan dan pembahasan jasa-jasa Soeharto tidak berimbang dengan “sisi gelap” Soeharto selama ini.

Saya terkesan dengan apa yang dilakukan sekelompok mahasiswa yang berdemonstrasi pada saat Soeharto dikebumikan.

Preseden buruk itu telah terjadi, Soeharto meninggal tanpa sempat diadili. Ini sesuatu yang sangat buruk dimasa kedepannya, bukan tidak mungkin hal ini akan terus berulang.

Masyarakat Indonesia plin-plan….

Semasa hidup, Soeharto   dihujat habis-habisan, dicerca, dimaki..

Setelah meninggal, Soeharto dipuji dan diangkat tiada tara….

Jasa-jasa Soeharto semasa 32 tahun akan masih tetap ada….

tapi begitu pula warisan budaya ORDE BARU, kenangan pahit dan akibatnya masih terasa…. apakah mereka telah lupa semua itu?

Wahai masyarakat, tidakkah engkau lupa bahwa reformasi yang kita perjuangkan bukan tanpa korban !

Reformasi itu diwarnai dengan darah….

Darah itu merah jenderal…..!

Tahun 1998 kita berteriak-teriak “reformasi-reformasi” tanpa pamrih dari masyarakat atau bangsa !

Kita hanya mempunyai harapan, cita-cita dan keinginan bangsa dan rakyat ini jauh lebih baik !  Bahkan orang yang sekuat Soeharto pun kita lawan bersama-sama…. tidak memandang usianya, tidak memandang jabatannya,… kita hanya memandang dia telah melakukan begitu banyak kesalahan, dan itu semua harus dihentikan, diluruskan dan diadili.

Karena tidak sempat diadili di Mahkamah Agung semasa hidupnya, Soeharto akan segera diadili, oleh Mahkamah Maha Agung.

Kalau kroni-kroni Soeharto yang masih hidup? Mau kita biarkan dan maafkan hanya gara-gara pucuk pimpinannya telah meninggal?????

Neraka adalah simbolisasi bahwa semua kesalahan ada balasannya dan ada hukumannya, bukan masalah maaf atau dimaafkan.

Memaafkan memang perlu, tapi hukum tetap harus ditegakkan !

Reformasi itu bukan tanpa korban.

Selamat jalan Jenderal,

Darah itu merah jenderal…. 

February 2, 2008 at 1:20 pm 3 comments

Gonta-ganti Kartu Perdana Prabayar Murahan

Belakangan ini, jumlah pengguna ponsel di Indonesia sangat fantastis. Ini disebabkan karena tuntutan sarana komunikasi yang tidak terelakkan dan harga ponsel serta nomor perdana yang terjangkau.
Berbicara mengenai nomor perdana, maka rasanya akan sangat erat dengan yang dinamakan SIM Card / Kartu SIM.

Kartu SIM merupakan ‘kartu canggih/pintar’ yang dapat memuat permintaan informasi dari pengguna serta buku telepon. Kartu SIM atau SIM card merupakan singkatan istilah dari Subscriber Identity Module (SIM), jadi bukan Kartu Surat Ijin Mengemudi lho ^_^.
Dengan penggunaan SIM ini, pengguna ponsel dapat tetap memiliki informasinya pada saat menganti ponselnya. Selain itu, pengguna dapat pula mengganti operator meski dengan ponsel yang sama, cukup dengan mengganti SIM-nya saja.

Beberapa negara yang memperbolehkan operator telepon untuk memberlakukan sistem SIM locking, yaitu sebuah metode dimana ponsel hanya dapat menggunakan satu buat SIM dengan yang telah mereka keluarkan.
Pengguna dapat meminta jasa unlock kepada pihak operator hanya apabila telah mencapai batas waktu dan biaya pemakaian tertentu.

Pihak operator biasayanya memberikan jasa unlock paling lama setelah 24 bulan pemakaian atau batas pemakaian minimum telah terpenuhi. Apabila pelanggan tidak sabar untuk menunggu selama itu, maka dapat di memilih jasa atau mengikuti metode unlock yang banyak terdapat di website. Akan tetapi semua ponsel dapat diunlock dengan cara ini, ini terkait dengan nomer IMEI (International Mobile Equipment Identity), hanya untuk seri nomor EMEI tertentu saja biasanya.

Negara-negara yang memperbelehkan sistem lock SIM adalah Australia, Canada, Eropa, Amerika dan Jepang. Sedangkan contoh operatornya adalah DoCoMo untuk Jepang dan Bell Mobility untuk Canada.
Negara-negara seperti Indonesia, Belgia, India, dan Pakistan tidak melegalkan SIM Locking.

Fenomena menarik terjadi pada masyarakat Indonesia akhir-akhir ini, hal ini terkait dengan penggunaak SIM beserta nomornya.
Sebagian masyarakat cenderung gampang untuk berganti nomor ponsel, khususnya untuk nomor prabayar; membuang kartu SIM dan berganti operator.
Penyebabnya ada banyak faktor diantaranya adalah :
1. Paradigma berfikir masyarakat yang menganggap bahwa digit nomor hp dapat dibuat tidak terbatas,
2. Kemudahan mendapatkan kartu perdana
3. Sikap pihak operator yang membanjiri pasar dengan paket nomor perdana murah hanya demi meraup pangsa pasar.

Sangat mungkin suatu saat di Indonesia akan bertumpuk SIM card bekas dengan nomor yang tidak dipakai. Bukan tidak mungkin pula Indonesia suatu saat akan kekurangan nomor telepon telepon prabayar karena bayak nomor beserta SIM-nya yang telah menjadi sampah.
Sekali SIM card atau nomor tersebut telah tidak aktif dan dihapus dari data, maka pembuatan kembali nomor tersebut adalah tidak mungkin.

Saya mendukung langkah Pemerintah Indoneia akan mengatur mengenai pembelian, penggunaan serta batas kepemilikan batasnya nomor hp/SIM, khususnya nomor prabayar. Hanya saja tang perlu dicatat adalah mekanisme pengeluaran nomor nomor perdana pun perlu diatur dan diawasi.
Kalau masyarakat masih juga boros akan nomor perdana, buat aja peraturan untuk SIM Lock. Dijamin masyarakat ga boros nomor lagi

Khusus bagi yang suka gonta-ganti nomor HP, segera tobat dech hehehehe ^_^.

(Tulisan ini saya upload juga di blog saya taufikagustian.wordpress.com)

January 20, 2008 at 5:27 am 2 comments

SOS (Save Our Soeharto)

Sudah satu minggu berselang, akan tetapi keadaan Soeharto tidak kunjung membaik. Kondisinya cenderung sangat labil.

Berbagai harapan terkait kehidupan Soeharto, dari mulai harapan beliau sembuh sampai harapan keadaan terburuk yaitu Pak Harto meninggal.

Team dokter Kepresidenan berjuang demi pulihnya kesehatan Soeharto. Biaya tak lagi menjadi soal, karena memang kesehatan orang yang dicinta adalah harta yang tiada ternilai.

Bagiamana kelam pun masa lalu dan masa kini terkait Soeharto,

Satu harapan saya…. Tuhanku, Save Our Soeharto !

January 16, 2008 at 11:26 am 1 comment

Data Keluarga Soeharto dan Aset Kekayaannya

Keluarga Soeharto

Berikut sekelumit data mengenai Soeharto yang saya baca dan kutip dari Kepustakaan Presiden Republik Indonesia dan arsip artikel Yayasan-Yayasan Soeharto oleh George Jujus Aditjondro (tempo, Jum’at, 14 Mei 2004).

Selamat menikmati dan terkejut ! Kalau masih kurang, silahkan baca sendiri artikel aslinya. Dijamin lebih dari puas, bahkan pasti cape deeeech.

Nama : Soeharto
Tempat, tanggal lahir : Kemusuk-Yogyakarta, 8 Juni 1921
Nama Ayah : Kertosudiro
Nama Ibu : Sukirah
Nama Istri : Siti Hartinah (Ibu Tien)
Nama Putra dan Putri :
1. Siti Hardiyanti Hastuti (Mbak Tutut)
2. Sigit Harjojudanto
3. Bambang Trihatmodjo
4. Siti Hediati Herijadi
5. Hutomo Mandala Putra (Tommy)
6. Siti Hutami Endang Adiningsih

Karir Militer dan Politik :
1. Sersan Tentara KNIL
2. Komandan PETA
3. Komandan Resimen – Pangkat Mayor
4. Komandan Batalyon – Letnan Kolonel
5. Pengawal Panglima Besar Sudirman
6. Panglima Mandala (Pembebasan Irian Barat)
7. Panglima Angkatan Darat
8. Pangkopkamtib
9. Presidan RI ( Maret 1968 – 21 Mei 1998)

Berikut nama sejumlah yayasan (ditulis Y.) dan lembaga terkait dengan Soeharto.

Yayasan yang diketuai Soeharto (Total 12 yayasan) :
Y. Supersemar
Y. Dharma Bhakti Sosial (Dharmais)
Y. Dana Abadi Karya Bakti (Dakab);
Y. Amal Bhakti Muslim Pancasila
Y. Serangan Umum 1 Maret
Y. Bantuan Beasiswa Jatim Piatu Tri Komando (Trikora)
Y. Dwikora
Y. Seroja
Y. Nusantara Indah
Y. Dharma Kusuma
Y. Purna Bhakti Pertiwi
Y. Dana Sejahtera Mandiri

Yayasan yang diketuai Ibu Tien Soeharto (Total 4) :

Y. Harapan Kita
Y. Kartika Chandra
Y. Kartika Djaja
Y. Dana Gotong Royong Kemanusiaan

Yayasan yang dikuasai secara tidak langsung oleh Soeharto- melalui Bob Hasan sebagai Pres.Komisaris PT. Astra International, Inc. (Total 4 Yayasan) :

Toyota Astra Foundation
Y.Astra Dharma Bhakti
Y.Dana Bantuan Astra
Y.Dharma Satya Nusantara

Yayasan yang dikuasai secara tidak langsung oleh Soeharto- melalui B.J. Habibie (sebagai Ketua ICMI) :

Y.Abdi Bangsa;

Yayasan yang dikelola oleh Anak dan Cucu Soeharto (Total 12) :

Y. Tiara Indonesia
Y. Dharma Setia
Y. Pendidikan Tinggi di Dili [Tutut]
Y. Bhakti Nusantara Indah/Yayasan Tiara Putra [Tutut – Halimah (Istri Bambang)
Y. Bimantara [Bambang Trihatmojo]
Y. Bhakti Putra Bangsa
Y. IMI (Ikatan Motoris Indonesia) Lampung
Y. Badan Intelejen ABRI (BIA) [Mayjen Prabowo]
Y. Veteran Integrasi Timor Timur
Y. Hati
Y. Pemilik Objek Wisata Tmn.Buah Mekarsari [Siti Hutami]
Y. Bunga Nusantara [Ny.Christine Arifin]

Yayasan yang dikelola oleh besan dan rekanan Soeharto (Total 5 Yayasan) :

Y. Tri Guna Bhakti
Y. Pembangunan Jawa Barat
Y. 17 Agustus 1945
Y. pendidikan Triguna
Y. Balai Indah

Daftar perusahaan yang sahamnya terkait yayasan Soeharto [ Yayasan Dakab-Dharmais-Supersemar] (Total 19) :

Majalah Gatra
Bank Duta
Bank WIndu Kentjana
Bank Umum Nasional (BUN)
Bank Bukopin
Bank Umum Tugu
Bank Muamalat Indonesia (BMI)
PT Multi Nitroma Kimia
PT Indocement Tunggal Prakarsa
PT Nusantara Ampera Bakti (Nusamba)
PT Teh Nusamba
PT Gunung Madu Plantations
PT Gula Putih Mataram
PT Werkudara Sakti
PT Wahana Wirawan Wisma Wirawan
PT Fendi Indah PT Kabelindo Murni
PT Kalhold Utama
PT Kertas Kraft Aceh
PT Kiani

Daftar perusahaan yang sahamnya terkait yayasan Soeharto [Yayasan Harapan Kita-Trikora] (Total 14)

RS Harapan Kita
PT Bogasari Flour Mills
PT Bank Windu Kencana
PT Kalhold Utama
PT Fatex Tory
PT Gula Putih Mataram
PT Gunung Madu Plantation
PT Hanurata
PT Harapan Insani
PT Kartika Chandra
PT Kartika Tama
PT Marga Bima Sakti
PT Rimba Segara Lines
PT Santi Murni Plywood

Taksiran nilai total kekayaan Soeharto dkk.

Sulit ditaksir secara pasti akan tetapi berikut beberapa taksiran yang pernah ada (padahal angka ini sudah lama, entah berapa sekarang) :
40 Miliyar USD (Newsweek, 26 Januari 1998) ;
15 Juta USD (Tesis Ph.D. Jeffrey Winters tahun 1991)

Saya yakin jika hanya Kejaksaan Agung dan Pemerintah saja yang berjuang, masalah kekayaan Soeharto tidak akan — mendekati — selesai. Ini semua butuh bantuan dari semua pihak untuk menyelesaikannya.

Indonesia is needing you ….
where are you?
Would you help your country ?
Let’s help our country !!!!

January 16, 2008 at 10:58 am 14 comments

Reformasi Gugat Amien Rais

Amin Rais memang benar-benar politisi yang ulung. Sangat tahu bagaimana bersikap, termasuk ketika bersikap seolah-olah menelan air ludah yang telah diludahkannya.

Betapa tidak, pernyataannya pada media massa tertanggal 15 Januri 2008, Amin Rais minta pemerintah mengampuni Soeharto. Amin rais bahkan meminta seluruh rakyat memaafkan kesalahan Soeharto dan menghentikan pro-kontra soal status hukum.

Ini sangat kontradiktif dengan pernyataannya sebelum-sebelumnya yang selalu menginginkan Soeharto diadili, meskipun secara in-absensia.

Semasa menjabat Ketua MPR RI, Amin Rais bahkan menilai bahwa pengampunan mantan presiden Soeharto atas kesalahannya di masa lalu tanpa melalui proses hukum dinilai mantan Ketua Umum MPR Amien Rais akan menimbulkan preseden tidak baik bagi dunia hukum di Indonesia, karena ada pihak yang dirasa bisa berdiri di atas hukum.

“Yang dirugikan tentu kita semua, rakyat, karena hukum
sudah pilih kasih,” ujarnya pada Kamis, 11 Mei 2006.

Amin Rais sering disebut tokoh lokomotif reformasi, hanya saja sekarang lokomotif tersebut telah anjlok dari rel.

Tapi itu semua syah dalam politik (baca: politik kotor) karena dalam politik tersebut ada jargon

TIDAK ADA KAWAN ABADI,
TIDAK ADA LAWAN ABADI,
YANG ADA HANYA KEPENTINGAN ABADI !

Wahai semua yang dahulu dan selalu berteriak-teriak reformasi…
Lokomotif telah anjlok dan kereta akan dibawa keluar jalur,
Sang masinisnya telah tidak sadarkan diri.

Kita gugat AMIEN RAIS !

January 16, 2008 at 10:56 am 4 comments

Sosok Bersahaja Andy F. Noya

Banyak tokoh yang muncul dan populer dengan dasar kebersahajaan dan kesederhanaan berfikir. Karakter dan kharisma mereka tampak seperti puncak gunung es.

Saya mengenal dulu ada karakter khas Bung Hatta, yang dengan kebersahajaan dia, bersama Soekarno, mengantarkan bangsa ini ke gerbang kemerdekaannya. Dengan kesederhanaan, ia seperti menjadi penyejuk dan stabilisator jiwa Soekarno yang cenderung revolusioner dan berapi-api. Sosok berhajanya merupakan sisi lain yang tak terpisahkan dari Dwitunggal, Soekarno Hatta.

Sekarang muncul pula tokoh yang berjiwa dan berkarakter pemikiran bersahaja, Andy F. Noya, seorang jurnalis dengan segala aktivitasnya. Ia memunculkan sisi lain dari kehidupan yang mungkin telah dilupakan atau disisihkan oleh sebagian besar orang, hati sanubari.

Membahas cara berfikir dan bersikap Andy F.Noya, saya menjadi terkenang akan tokoh wartawan senior Rosihan Anwar. Beliau pun menjunjung tinggi dan menunjukkan arti sebuah kebersahajaan.

Rosihan Anwar

Berikut adalah informasi diri seorang Andy F. Noya, yang saya kutip dari web. http://www.kickandy.com.

Andy F. Noya

ANDY F. NOYA selama ini lebih dikenal sebagai wartawan cetak. Lebih dari lima belas tahun dia bergumul dengan dunia jurnalistik untuk media cetak.

Pertama kali terjun sebagai reporter ketika pada 1985 Andy membantu majalah TEMPO untuk penerbitan buku Apa dan Siapa Orang Indonesia. Saat itu pemuda berdarah Ambon, Jawa, dan Belanda ini masih kuliah di Sekolah Tinggi Publisitik (STP) Jakarta.
Pada saat harian ekonomi Bisnis Indonesia hendak terbit (1985), Andy diajak bergabung oleh Lukman Setiawan, pimpinan di Grafitipers, salah satu anak usaha TEMPO. Maka Andy tercatat sebagai 19 reporter pertama di harian itu. Baru dua tahun di Bisnis Indonesia, Andy diajak oleh Fikri Jufri wartawan senior TEMPO untuk memperkuat majalah MATRA yang baru diterbitkan oleh TEMPO. Andy tertarik lalu bergabung.

MATRA agaknya bukan pelabuhan terakhirnya. Pada 1992 datang tawaran dari Surya Paloh, pemilik suratkabar Prioritas yang waktu itu dibreidel, untuk bergabung dengan koran Media Indonesia yang mereka kelola. Maka sejak itulah Andy kembali ke suratkabar.

Pada 1999, RCTI menghadapi masalah. Terjadi gejolak dikalangan wartawan program berita Seputar Indonesia berkaitan dengan adanya ketentuan yang mengharuskan PT Sindo, anak usaha RCTI yang menaungi Seputar Indonesia, untuk bergabung dengan RCTI sebagai induk. Bersama wartawan senior DjafarAssegaff, Andy diutus untuk membantu. Tugas utama adalah memimpin Seputar Indonesia sekaligus memuluskan proses transisi ke RCTI.

Pada tahun 2000, Metro TV mendapat ijin siaran. Surya Paloh memanggil Andy kembali untuk memimpin Metro TV sebagai pemimpin redaksi. Tiga tahun kemudian (2003) Andy ditarik kembali ke Media Indonesia dan menjadi pemimpin redaksi di suratkabar umum terbesar kedua itu.

Memasuki tahun 2006, saat pemimpin redaksi Metro TV Don Bosco mengundurkan diri, Andy Noya, yang kini menjadi wakil pemimpin umum di Media Indonesia, diminta merangkap menjadi pemimpin redaksi Metro TV menggantikan Don Bosco.

Dalam perjalanan kariernya Andy pernah menjadi host program Jakarta Round Up kemudian Jakarta First Channel di Radio Trijaya selama lima tahun (1994 sd 1999).

Sewaktu mahasiswa lelaki yang gemar renang dan baca ini rajin menulis di berbagai majalah dan suratkabar. Terutama cerpen dan puisi. Dia juga aktif mengirim karikatur dan kartun ke berbagai media nasional.

Satu hal yang menarik, Andy sebenarnya adalah orang teknik. Sejak lulus SD Sang Timur di Malang, Jawa Timur, pria kelahiran Surabaya ini sekolah di Sekolah Teknik Jayapura lalu melanjutkan ke STM Jayapura. “Tetapi sejak kecil saya merasa jatuh cinta pada dunia tulis menulis. Kemampuan menggambar kartun dan karikatur semakin membuat saya memilih dunia tulis menulis sebagai jalan hidup saya,’’ tutur Andy.

Maka, setamat STM 6 Jakarta, Andy melamar masuk ke Sekolah Tinggi Publisistik (sekarang IISIP, Lenteng Agung). ’’Saya sekarang menikmati betul menjadi seorang jurnalis,’’ ujarnya

Semoga cerita dan kisah-kisah yang Andy sajikan menjadi bahan pembelajaran kita semua untuk menjadi manusia seutuhnya.

January 15, 2008 at 4:47 pm 1 comment

Soeharto, Biang Empati atau Popularitas

 Tokoh-tokoh pejabat pun bereaksi spontan dan beragam, sulit dibedakan apakah atas dasar empati atau hanya ingin mendapatkan simpati orang lain ?

Berikut perilaku yang kiranya perlu dicermati :

Dimulai dari Kejagung, Agung Hendarman Supandji, yang menawarkan lobi ‘win-win solution’ dengan keluarga Cendana dalam kapasitasnya sebagai Kejagung.
Kejadian ini menjadi kontroversi ketika disanggah oleh SBY. SBY secara gamblang menginginkan proses penyelesaian yang berjalan sesuai ketentuan hukum dan keadilan. Hal ini senada dengan pendapat yang dilontarkan oleh Adnan Buyung Nasution. Ini dilandaskan pada TAP MPR No XI Tahun 1998, mengenai pemberantasan KKN dengan proses yang memperhatikan prinsip praduga tak bersalah dan HAM.

Pernyataan Amin Rais pada awal-awal Soeharto masuk perawatan di RSPP sangat keras dan tegas, menginginkan dijalankannya proses peradilan Soeharto, meskipun peradilan tersebut dilakukan secara in Absensia. Akan tetapi pada hari-hari terakhir ini, Amin Rais berpendapat sebaliknya dan justru mendesak pemerintah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai dimaafkannya — amnesi secara ekslusif — terhadap kasus Soeharto.

Mensesneg, Hatta Rajasa, pun tak tinggal diam. Beliau bereaksi, hal yang ia cermati adalah biaya pengobatan Soeharto. Maka dicuatkanlah kembali UU Nomor 7 Tahun 1978, dengan intens pada pasal 7 huruf C, tentang hak keuangan administrasi Presiden dan Wapres serta mantan Presiden dan Wapres.
Pada pasal tersebut secara tersurat dan tersirat bahwa biaya pengobatan SOeharto ditanggung oleh negara, dengan batas yang tidak ditentukan.
Prosedur yang perlu dilakukan adalah permintaan dari pihak keluarga serta bukti yang menunjukan keadaan tersebut, permintaan ini secara proaktif akan ditindak lajuti dengan dirembursenya biaya pengobatan dan perawatan kesehatan.
Pernyataan Mensesneg itu berkaitan dengan biaya perawatan Soeharto selama dirawat di RSPP yang kini telah menembus lebih dari 100 juta. Meski rasanya ini tidak akan menjadi permasalaan bagi anggota Keluarga Cendana.

Lain politisi, lain pula para paranormal. Mereka dengan inisiatif sendiri datang dari berbagai pelosok mendatangi Kediaman Cendana dengan maksud mendoakan/membantu Soeharto. Ada Mbah Lim, Yulianti dan banyak lagi yang lain.

Tidak ketinggalan ulama dan satri yang menggelar do’a bersama untuk kesembuhan Soeharto.

Terlepas dari apa yang mereka lakukan dan usahakan, hal ini menjadi tanda tanya besar, apakah motivasi yang mendasari mereka berbuat seperti itu ?  Semoga saja memang dilakukan atas dasar kemanusiaan, bukan hanya untuk popularitas sesaat.

January 15, 2008 at 4:31 pm 1 comment

Older Posts


Jumlah Kunjungan

  • 86,781 hits

Kalender

December 2016
M T W T F S S
« Feb    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031