Soeharto, Biang Empati atau Popularitas

January 15, 2008 at 4:31 pm 1 comment

 Tokoh-tokoh pejabat pun bereaksi spontan dan beragam, sulit dibedakan apakah atas dasar empati atau hanya ingin mendapatkan simpati orang lain ?

Berikut perilaku yang kiranya perlu dicermati :

Dimulai dari Kejagung, Agung Hendarman Supandji, yang menawarkan lobi ‘win-win solution’ dengan keluarga Cendana dalam kapasitasnya sebagai Kejagung.
Kejadian ini menjadi kontroversi ketika disanggah oleh SBY. SBY secara gamblang menginginkan proses penyelesaian yang berjalan sesuai ketentuan hukum dan keadilan. Hal ini senada dengan pendapat yang dilontarkan oleh Adnan Buyung Nasution. Ini dilandaskan pada TAP MPR No XI Tahun 1998, mengenai pemberantasan KKN dengan proses yang memperhatikan prinsip praduga tak bersalah dan HAM.

Pernyataan Amin Rais pada awal-awal Soeharto masuk perawatan di RSPP sangat keras dan tegas, menginginkan dijalankannya proses peradilan Soeharto, meskipun peradilan tersebut dilakukan secara in Absensia. Akan tetapi pada hari-hari terakhir ini, Amin Rais berpendapat sebaliknya dan justru mendesak pemerintah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai dimaafkannya — amnesi secara ekslusif — terhadap kasus Soeharto.

Mensesneg, Hatta Rajasa, pun tak tinggal diam. Beliau bereaksi, hal yang ia cermati adalah biaya pengobatan Soeharto. Maka dicuatkanlah kembali UU Nomor 7 Tahun 1978, dengan intens pada pasal 7 huruf C, tentang hak keuangan administrasi Presiden dan Wapres serta mantan Presiden dan Wapres.
Pada pasal tersebut secara tersurat dan tersirat bahwa biaya pengobatan SOeharto ditanggung oleh negara, dengan batas yang tidak ditentukan.
Prosedur yang perlu dilakukan adalah permintaan dari pihak keluarga serta bukti yang menunjukan keadaan tersebut, permintaan ini secara proaktif akan ditindak lajuti dengan dirembursenya biaya pengobatan dan perawatan kesehatan.
Pernyataan Mensesneg itu berkaitan dengan biaya perawatan Soeharto selama dirawat di RSPP yang kini telah menembus lebih dari 100 juta. Meski rasanya ini tidak akan menjadi permasalaan bagi anggota Keluarga Cendana.

Lain politisi, lain pula para paranormal. Mereka dengan inisiatif sendiri datang dari berbagai pelosok mendatangi Kediaman Cendana dengan maksud mendoakan/membantu Soeharto. Ada Mbah Lim, Yulianti dan banyak lagi yang lain.

Tidak ketinggalan ulama dan satri yang menggelar do’a bersama untuk kesembuhan Soeharto.

Terlepas dari apa yang mereka lakukan dan usahakan, hal ini menjadi tanda tanya besar, apakah motivasi yang mendasari mereka berbuat seperti itu ?  Semoga saja memang dilakukan atas dasar kemanusiaan, bukan hanya untuk popularitas sesaat.

Entry filed under: Politik. Tags: , , .

Cerita Tentang Cinta dan Mencintai Sosok Bersahaja Andy F. Noya

1 Comment Add your own

  • 1. Bahlul  |  January 22, 2008 at 4:38 am

    Ya ampuyen bo’ E yang kaya gitu nggak usah dipermasalahkan, yang perlu diliat di dunia ini yg namanya MH pasti akan merasakan sakit dan sehat udah gitu semua MH pasti akan berpulang…tinggal milih mau ke Neraka or ke Surga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Jumlah Kunjungan

  • 86,781 hits

Kalender

January 2008
M T W T F S S
    Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

%d bloggers like this: