Reformasi Gugat Amien Rais

January 16, 2008 at 10:56 am 4 comments

Amin Rais memang benar-benar politisi yang ulung. Sangat tahu bagaimana bersikap, termasuk ketika bersikap seolah-olah menelan air ludah yang telah diludahkannya.

Betapa tidak, pernyataannya pada media massa tertanggal 15 Januri 2008, Amin Rais minta pemerintah mengampuni Soeharto. Amin rais bahkan meminta seluruh rakyat memaafkan kesalahan Soeharto dan menghentikan pro-kontra soal status hukum.

Ini sangat kontradiktif dengan pernyataannya sebelum-sebelumnya yang selalu menginginkan Soeharto diadili, meskipun secara in-absensia.

Semasa menjabat Ketua MPR RI, Amin Rais bahkan menilai bahwa pengampunan mantan presiden Soeharto atas kesalahannya di masa lalu tanpa melalui proses hukum dinilai mantan Ketua Umum MPR Amien Rais akan menimbulkan preseden tidak baik bagi dunia hukum di Indonesia, karena ada pihak yang dirasa bisa berdiri di atas hukum.

“Yang dirugikan tentu kita semua, rakyat, karena hukum
sudah pilih kasih,” ujarnya pada Kamis, 11 Mei 2006.

Amin Rais sering disebut tokoh lokomotif reformasi, hanya saja sekarang lokomotif tersebut telah anjlok dari rel.

Tapi itu semua syah dalam politik (baca: politik kotor) karena dalam politik tersebut ada jargon

TIDAK ADA KAWAN ABADI,
TIDAK ADA LAWAN ABADI,
YANG ADA HANYA KEPENTINGAN ABADI !

Wahai semua yang dahulu dan selalu berteriak-teriak reformasi…
Lokomotif telah anjlok dan kereta akan dibawa keluar jalur,
Sang masinisnya telah tidak sadarkan diri.

Kita gugat AMIEN RAIS !

Entry filed under: Politik. Tags: , , .

Sosok Bersahaja Andy F. Noya Data Keluarga Soeharto dan Aset Kekayaannya

4 Comments Add your own

  • 1. ZEIN  |  January 27, 2008 at 7:26 pm

    jika memang amin rais TOKOH REFOR MASI
    dialah BIANG kehancuran negri ini
    jika hanya menginginkan jabatan MPR
    kenapa harus korbankan rakyat dan harga diri bangsa
    kasihan pak harto yang gak ngasi japatan kepada amin R dimasa ORBA
    kasihan juga rakyat indonesiaku harus antri minyak lagi seperti th60
    HDUUP AMERIKA A A DOLLARMU MELAMBUNG TINGGI
    RUPIAAAAH …..KASIHAN DEH LO
    KUINGATKAN YA;jangan jadikan agama untuk kepentingan pribadi,udah capek kena azab alloh.

  • 2. joko  |  February 6, 2008 at 8:17 am

    ah… namanya juga mulut,

  • 3. joko  |  February 6, 2008 at 8:24 am

    sekarang orang pada banyak mulut, tapi gak ada yang mau berbuat, yang bisa dipercaya sekarang cuma 1 yaitu GUA,…

    gw sih dah pusing mikirin negara, mendingan gak usah pake dpr-dpran, atau mentri-mentrian lah, siapun presiden atau mentrinya, gue tetep aja nyari makan sendiri, ada negara,pejabat,dpr,malah bikin kacau, Rakyat mah baik-baik aja.
    Coba deh elu abisin nih semua pejabat, gak usah ada polisi, tentara, Dpr, presiden,pasti negara ini aman dan tentram, Buktikan saja

  • 4. taufik Jambi  |  May 27, 2008 at 7:53 am

    Pada Prinsipnya saya sejalan dengan Pak Amin Hanya kelemahan kita terutama masyarkat awam di Indonesia kurang bisa memahami apa-apa yang telah disampaikan pak amin,,, menurut hemat saya ide-ide beliau pada saat bergulirnya bisa dan adapat di pertanggung jawabkan, suatu contoh ketika beliau mengeluarkan prinsip suatu negara Federal toh ternyata banyak yang menentang nah sekarang arah kebijakan pemerintah kita sekarang dengan memberikan otonomi seluas-luasnya hampir sama dengan prinsip Federal Hanya Saja ibarat Kucing Di Ikat Ekornya dilepas Kepalanya atau pun sebaliknnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Jumlah Kunjungan

  • 86,781 hits

Kalender

January 2008
M T W T F S S
    Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

%d bloggers like this: