Archive for February, 2008

Darah itu merah jenderal, selamat Jalan Jenderal..

Hanya dalam hitungan hari setelah meninggalnya mantan Presiden Soeharto, semua pandangan, kritik, dan segala hal yang menyangkut “dosa-dosa” Soeharto seakan telah lenyap.

Masyarakat seakan telah di “brain wash” atau cuci otak, dengan alasan yang terdengar naif. Karena selama 32 tahun Presiden Soeharto telah berjasa di Indonesia.

Sebagian dari kita mungkin telah lupa mengenai apa saja yang tragedi-tragedi yang terjadi dan dialami selama kurun waktu ia berkuasa.

Persoalannya bukan sekedar humanisme atau prikemanusiaan, akan tetapi penegakan supremasi hukum.

Dengan sikap bangsa dan masyarakat indonesia yang lebih mudah memaafkan daripada menempuh jalur hukum, hukum seakan tidak berguna !

Dimaafkan bukan berarti segala tanggung jawab atas perbuatannya dihapus, dan bebas dari hukuman.

Media massa seakan menambah kesan “cuci otak” masyarakat semakin kentara. Proporsi penayangan dan pembahasan jasa-jasa Soeharto tidak berimbang dengan “sisi gelap” Soeharto selama ini.

Saya terkesan dengan apa yang dilakukan sekelompok mahasiswa yang berdemonstrasi pada saat Soeharto dikebumikan.

Preseden buruk itu telah terjadi, Soeharto meninggal tanpa sempat diadili. Ini sesuatu yang sangat buruk dimasa kedepannya, bukan tidak mungkin hal ini akan terus berulang.

Masyarakat Indonesia plin-plan….

Semasa hidup, Soeharto   dihujat habis-habisan, dicerca, dimaki..

Setelah meninggal, Soeharto dipuji dan diangkat tiada tara….

Jasa-jasa Soeharto semasa 32 tahun akan masih tetap ada….

tapi begitu pula warisan budaya ORDE BARU, kenangan pahit dan akibatnya masih terasa…. apakah mereka telah lupa semua itu?

Wahai masyarakat, tidakkah engkau lupa bahwa reformasi yang kita perjuangkan bukan tanpa korban !

Reformasi itu diwarnai dengan darah….

Darah itu merah jenderal…..!

Tahun 1998 kita berteriak-teriak “reformasi-reformasi” tanpa pamrih dari masyarakat atau bangsa !

Kita hanya mempunyai harapan, cita-cita dan keinginan bangsa dan rakyat ini jauh lebih baik !  Bahkan orang yang sekuat Soeharto pun kita lawan bersama-sama…. tidak memandang usianya, tidak memandang jabatannya,… kita hanya memandang dia telah melakukan begitu banyak kesalahan, dan itu semua harus dihentikan, diluruskan dan diadili.

Karena tidak sempat diadili di Mahkamah Agung semasa hidupnya, Soeharto akan segera diadili, oleh Mahkamah Maha Agung.

Kalau kroni-kroni Soeharto yang masih hidup? Mau kita biarkan dan maafkan hanya gara-gara pucuk pimpinannya telah meninggal?????

Neraka adalah simbolisasi bahwa semua kesalahan ada balasannya dan ada hukumannya, bukan masalah maaf atau dimaafkan.

Memaafkan memang perlu, tapi hukum tetap harus ditegakkan !

Reformasi itu bukan tanpa korban.

Selamat jalan Jenderal,

Darah itu merah jenderal…. 

Advertisements

February 2, 2008 at 1:20 pm 3 comments


Jumlah Kunjungan

  • 119,779 hits

Kalender

February 2008
M T W T F S S
« Jan    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829